Mengenal KALIMALANG

sunting Oktober 2019 dalam Bekasi Info
Saluran Kalimalang adalah sebuah kali buatan yang dibangun untuk memasok air ke PDAM untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya.




Air Kalimalang berasal dari Waduk Jatiluhur, Purwakarta, yang berarti dari sungai Citarum. Bagian hulu Kalimalang adalah salah satu percabangan bendungan Curug, yang terletak di desa Curug, kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Bendungan Curug ini terbagi dalam 2 saluran induk irigasi, yaitu Tarum Barat dan Tarum Timur, yang melintasi Kabupaten Subang dan bermuara di sungai Cipunegara di perbatasan Subang dan Indramayu). Nama asli Kalimalang adalah Saluran Induk Irigasi Tarum Barat. Saluran Induk Irigasi Tarum Barat ini mengalir menelusuri bendungan Curug, Cikarang, Cibitung, Tambun, Kota Bekasi, dan Jakarta Timur.

Nama Kalimalang berasal dari arahnya. Berbeda dari sungai pada umumnya, yang mengarah dari hulu ke hilir atau dari pegunungan menuju ke laut, kali ini melintang (atau "malang", dari kata "palang") dari bendungan Curug di Karawang ke daerah Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Berikut fakta-fakta seputar Sungai Kalimalang :

1. Panjangnya 70 kilometer Air Kalimalang bersumber dari Waduk Jatiluhur di Purwakarta. Adapun bagian hulu Kalimalang terletak di percabangan Bendungan Curug di Kabupaten Karawang. Bendungan curug ini terbagi menjadi dua saluran induk irigasi, yakni Tarum Barat dan Tarum Timur. Kalimalang termasuk ke dalam saluran air Tarum Barat yang mengaliri air ke Bekasi hingga Jakarta Timur. Artinya, saluran air Kalimalang berawal dari Kabupaten Karawang hingga Jakarta Timur yang panjangnya diperkirakan mencapai 70 kilometer.

2. Untuk pengairan pertanian Pada era 70-an, Kalimalang berfungsi sebagai saluran irigasi pertanian. Sebab, pada saat itu, di Kota Bekasi masih terhampar luas area persawahan. "Kali Malang dibangun sejak era Soekarno untuk pengairan pertanian dan bahan baku air minum, tahun 70-an itu Kalimalang itu 70 persen berfungsi untuk pengairan persawahan dan 30 persennya untuk air minum," kata Ali Anwar kepada Kompas.com, Kamis (13/9/2018). Kalimalang, Kota Bekasi yang rencananya akan disulap menjadi seperti Sungai di Korea Selatan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Rabu (12/9/2018).(KOMPAS.com/-DEAN PAHREVI)

3. Sumber air minum Penulis buku "Revolusi Bekasi" itu juga menyampaikan, memasuki era 80-an, sebagian besar fungsi Kalimalang tak lagi menjadi saluran irigasi pertanian, tetapi airnya diolah untuk menjadi air minum. "Seiring perkembangan zaman, pada tahun 80-an Bekasi kan mulai menjadi daerah industri sehingga tak lagi banyak sawah. Maka fungsinya pada saat itu berbalik 70 persen itu airnya menjadi bahan baku air minum dan 30 persennya menjadi pengairan persawahan," ujar Ali yang juga dikenal sebagai sejarawan Bekasi itu.

Baca Juga : 45 Tempat Wisata di kota BEKASI

4. Pernah direvitalisasi Pada era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, Sungai Kalimalang pernah direvitalisasi. Revitalisasi dilakukan agar aliran air dari waduk Jatiluhur yang disalurkan melalui sungai Kalimalang tidak tercampur dengan air kiriman Bogor melalui Kali Bekasi yang sudah tercemar dengan limbah domestik dan limbah pabrik. "Masalahnya, Kalimalang sudah baik sejak dulu. Bahkan, sudah makin baik setelah diturap sejak era SBY," ujar Ali.

Ia menyampaikan, revitalisasi yang dilakukan pada era kepresidenan SBY yakni dengan pengadaan sipon (bangunan yang membawa air melewati bawah saluran lain) yang diletakkan di dekat Jalan M Hasibuan. Sipon tersebut dibuat di bawah aliran Kali Bekasi dan mengalirkan air dari Waduk Jatiluhur melalui Sungai Kalimalang menuju Jakarta Timur sehingga air di Sungai Kalimalang tidak tercampur dengan air kiriman Bogor melalui Kali Bekasi.
1200px-Saluran_Kalimalang_-_panoramio.jpg
1200 x 900 - 285K
:D Best Regards :D
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.